Powered By Blogger

Rabu, 07 April 2010

Belajar dari Sepak Bola

Roma Hadi Tri Susangka
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Muhammadiyah Malang
roma_umm@yahoo.co.id

SEPAK BOLA merupakan olahraga yang paling populer di Indonesia, bahkan di Dunia. Kita sebagai pecinta sepak bola bisa menemukan banyak pelajaran positif atau hikmah dari permainan sepak bola yang dapat mengembangkan kehidupan kita sehari-hari.
Pertama, Kita harus lebih mengutamakan tim (kelompok) daripada kepentingan pribadi. tidak bersikap egois atau ingin menang sendiri, berjuang tanpa kenal lelah, tanpa putus asa, hingga tetes keringat terakhir, untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.
Kedua, bersikap jujur, tidak berpura-pura, atau menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, tidak terlena dengan keberhasilan yang sudah dicapai tetapi terus berusaha memberikan yang terbaik, bersikap sportif, mau mengakui dan menerima kekalahan, berani meminta maaf ketika melakukan kesalahan dan patuh pada peraturan yang berlaku.
Ketiga, saat bermain sepak bola stamina pemain harus kuat, begitu juga dalam kehidupan kita sehari-hari, stamina jiwa maupun raga kita harus kuat, bila tidak, manusia akan dihinggapi rasa putus asa dan mengeluh yang berkepanjangan bila menerima cobaan atau ujian kehidupan.
Keempat, dalam permainan sepak bola, kita juga menemukan sistem keseimbangan yang diciptakan oleh Tuhan, apa itu ? Saat bola masuk ke gawang, pada saat bersamaan, dua kubu yang berlawanan, yang satu tertawa dan tepuk tangan dengan riuhnya, karena berhasil memasukankan bola ke gawang lawan, sementara yang "kebobolan" sedih dan diam membisu.
Begitu juga saat berakhirnya suatu pertandingan Final, pada saat bersamaan, yang menang dengan menggondol piala sambil bersuka cita, sementara yang kalah, sedihnya luar bisa. Itulah sistem keseimbangan hidup dan pelajaran hidup yang dapat kita lihat dan kita pelajari dalam permainan Sepak Bola.
Waktu dalam bermain sepak bola dibatasi hanya 2 x 45 menit. Kehidupan kita pun dibatasi oleh waktu. Dan permasalahan yang akan dihadapi pasti lebih rumit dari sepakbola, walaupun, kehidupan kita tidakakan diketahui kapan akan berakhirnya. Mulailah memelihara kebaikan dengan menegakan aturan dan etika yang ada. Tegakkan aturan tersebut bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan masyarakat dan negara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar